Sebagai manusia kita hanya mampu berusaha dan Allah Swt Sang Sutradara yang memiliki Hak Prerogratif terhadap Jalan Hidup kita. Saya dan Suami tetap berikhtiar dengan menemui Dokter Kandungan. Kami memulai Program Hamil agar cepat diberi pengganti baby Qiandra. Walaupun sebelumnya kami tak pernah ada masalah kehamilan. Bahkan saya langsung hamil anak pertama satu bulan setelah menikah.
Kami segera bertemu dokter spesialis kandungam untuk memulai Program Hamil anak ketiga. Sebelumnya saya melakukan cek TORCH takutnya meninggalnya baby Qiandra lalu ada sangkut pautnya dengan virus TORCH yang berbahaya. Ternyata benar saat aku cek Laboratorium, hasilnya IgG positif sedangkan IgM ku negatif (saya lupa angkanya). Saya mendapat penjelasan Dokter bahwa IgG itu adalah Antibodi yang tercipta karena virus lama sedangkan IgM itu adalah yang virus baru yang berbahaya. Dan kini aku pun memulai hidup sehat, aku memberikan kelinci piaraanku dan seminimal mungkin berinteraksi dengan hewang berbulu dan unggas. Selain itu saya benar tidak mengkonsumsi segala macam lalapan / sayuran mentah dan daging setengah matang. Selain itu saya mendapat resep vitamin E dan meminta jadwal berhubungan dengan suami, tapi ini sepertinya sulit karena saya menjalin LDR dengan suami. Sebulan, 2 bulan, hingga 6 bulan namun aku tak kunjung mendapat berita baik. Hingga rasa putus asa sempat menghantuiku saat itu.
September 2014.
6 bulan berselang semenjak Promil ku yang tak kunjung membuahkan hasil, hingga aku pasrah. Rupanya Allah Swt Sementara itu di Kantor, saya mendapatkan kabar bahagia bahwa saya lolos seleksi Diklat ke Jepang namun salah satu persyaratannya adalah wanita yang sudah menikah. Mungkin ini kado terindah dari Allah sekaligus jawaban agar aku menjaga hidup sehat terlebih dahulu dan berfikir positif. Yakinlah selalu ada hikmah di balik setiap kesulitan.
Cerita seru saya selama Training di Jepang akan saya posting di Entri berikutnya.