Minggu, 13 Mei 2018

Ibu Wanita Inspirasiku

Tiada tempat sehangat pelukan Ibu.
Tiada tempat senyaman disandaran Ibu.

Guratan usia senja di wajahnya begitu terlihat. Walaupun banyak keriput namun senyuman tulusnya tak terganti.
Ibuku di usianya 68 tahun tetap aktif mengikuti di berbagai kegiatan sosial.
Ibuku adalah sosok penuh inspiratif.
Beliau adalah mantan Pensiunan Kepala Sekolah SD. Walaupun secara finansial kami terbilang berkecukupan namun Ibu tidak mau hidup boros. Ibu mengajariku untuk berhemat dari hal sekecil mungkin. Misalnya Ibu selalu mengingatkan untuk menghabiskan sisa nasi yang berada di piring. Atau Ibu membiasakan menampung air bekas air wudhu kami untuk menyiram bunga.

Ibu adalah seorang yang sangat sabar terhadap ketiga anaknya. Mungkin karena Beliau sering berhadapan dengan anak-anak di sekolahan. Ibu sangat mengutamakan pentingnya Pendidikan. Teringat, saat saya kecil dulu Ibu mengambil meneruskan pendidikan Sarjananya di malam hari. Beliau tak malu harus belajar lagi di saat usia tak lagi muda.

Ibu juga seorang yang handal. Walaupum tak secekatan dulu namun semangat Ibu tak pernah padam. Ibu yang menderita pengapuran pada lututnya menyebabkan Ibu tak kuat untuk berdiri lama dan membutuhkan tongkat untuk menyangga kakinya yang tiba-tiba sering kaku. Namun keterbatasan fisiknya tak membuat Ibu menyerah dengan keadaan. Ibu tetap aktif bahkan menjadi Ketua di salah satu Organisasi Wanita di kota kami. Ibu mengatakan "Selagi ada kesempatan, bermanfaatlah bagi sesama". Kalimat Ibu yang selalu aku kenang.

Ibu mengajariku banyak hal dalam kehidupanku, mulai hidup berhemat, pentingnya pendidikan dan bermanfaat bagi sesama. Walau kini aku telah hidup berumah tangga dan hidup di lain kota, saya berupaya untuk menerapkan pelajaran berharga dari Ibu. Alhamdulillah saya telah berhasil menyelesaikan Studi Pasca Sarjanaku seperti apa yang diharapkan Ibu agar pendidikan anak-anaknya lebih tinggi dari Beliau. Tak terasa air mata ini menetes saat melihat senyum Beliau pada saat menghadiri acara wisudaku.


Terima Kasih Ibu atas pelajaran berharganya. Saya juga belajar hidup hemat seperti mencari barang-barang berkualitas namun harga terjangkau seperti Tissue Tessa. Seperti Ibu yang  menginspirasi dan bermanfaat bagi sesama, Tissue Tessa ini juga sangat peduli terhadap keberlangsungan hutan Indonesia sebagai wujud komitmennya dalam mendukung kualitas lingkungan.
Terima kasih Tessa telah menjadi Tissue kebanggan Indonesia dengan memiliki Sertifikat Halal-MUI, SNI dan juga Indonesian Legal Wood.